Inovasi dan Sinergi untuk Bertumbuh

Pendiri perusahaan ini percaya bahwa kesejahteraan adalah hak setiap orang dan harus ada cara untuk mewujudkannya. Keyakinan bahwa melalui sawit dan BIO kesejahteraan itu dapat dicapai menjadi amanah yang senantiasa dijaga dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

Iklim khas negara tropis di Indonesia dengan curah hujan yang cukup tinggi dan berlimpah cahaya matahari, menjadikan Bengkulu tanah yang subur. Meski demikian, sampai dengan tahun 1980-an, kemajuan pembangunan di Bengkulu masih rendah. Wilayah yang luas dengan jumlah penduduk yang sedikit, semakin menyebabkan daerah ini relatif tertinggal dibanding dengan wilayah-wilayah lainnya di Indonesia. Pemerintahan pada waktu itu mengembangkan berbagai kebijakan untuk meningkatkan pembangunan daerah yang melibatkan masyarakat, salah satunya adalah pembukaan perkebunan rakyat secara besar-besaran. (Alm) Bapak Iskandar Alisjahbana sebagai salah satu putera daerah Bengkulu ikut berperan serta, dengan mendirikan perkebunan kelapa sawit pada tahun 1980 di atas lahan seluas 6.000 hektar.

Nama BIO NUSANTARA TEKNOLOGI, diilhami oleh tekad beliau dalam mengembangkan segala cara, usaha dan pemikiran dalam upaya menyejahterakan masyarakat, khususnya di Bengkulu. Kelapa sawit dipilih karena tanaman ini mampu memberikan potensi kesejahteraan yang baik bagi Perusahaan dan juga masyarakat. Pada tahun 1996, BIO mengembangkan rantai integrasi pertamanya dalam bisnis kelapa sawit, yaitu pabrik pengolahan minyak sawit. Kapasitas pengolahan awal yang 30 ton per jam, saat ini telah dikembangkan menjadi 45 ton per jam.

BIO terus berkembang, dan di usianya saat ini telah menjadi perusahaan yang menaungi lebih dari 1.000 orang karyawan, dengan bidang usaha unit perkebunan, pengolahan minyak sawit, peternakan dan pengolahan pupuk. Berbagai pengembangan strategis lainnya akan diwujudkan oleh perusahaan dengan prinsip mewujudkan bisnis sawit terintegrasi.